Pernah bolos kan? Yang pernah sekolah, kuliah, atau kerja pasti kenal dengan istilah bolos. Pengertian bolos adalah suatu perbuatan mangkir, melarikan diri dari aktifitas sekolah, kuliah, kerja. Sehingga merugikan diri sendiri, mengecewakan orang tua kita yang telah membiayai kita sekolah sampai tinggi. Mengecewakan keluarga karena uang makan dan uang transport dipotong dari kantor. (Sumpah! Gue ngarang-ngarang pengertian ini, jadi jangan dicatat apalagi jadi semacam acuan untuk membuat karya ilmiah).
Nah, anak-anak China 86 secara tidak sengaja pernah mangkir alias bolos alias madol secara berjamaah alias ramai-ramai. Padahal kita sehari sebelumnya sama sekali gak janjian untuk gak masuk kuliah, dan juga gak ada maksud kabur dari dosen tertentu. Waktu, mata kuliah serta tanggal kejadian saya lupa. Tapi dosen yang mengajar masih ingat banget, ibu Lily Sagita. Padahal dosen yang satu ini baik hati banget dan tidak sombong sampai sekarang. Betul kan bu? Apa kabar kak Lily? Long time no see. 很久不见 (sorry guys, gue manggil ibu yang satu ini jadi kakak, karena setelah keluar kuliah dosen kita ini sering jadi teman ngajar gue)
Hari itu ada team aerobtik Blue Angels dari Angkatan Lautnya Amerika melakukan aerobatik di Halim Perdanakusuma. Saya membelokkan arah tujuan dari semula ke Depok menjadi ke Halim. Sesampainya di sana saya melihat kemampuan team aerobatik yang memang spektakuler. Berbagai manuver mereka sajikan sehingga membuat kagum crowd di sana. Dengan hati puas saya pulang dari Halim pas banget dengan waktunya orang-orang pulang kuliah.
Keesokkan harinya, di kampus saya mau menyombongkan diri kalau kemarin lihat team aerobatik, eh ternyata wajah teman-teman pada tegang semua. Usut punya usut ternyata kemarin yang datang kuliah cuma tiga orang, dari tiga puluhan orang mahasiswa (mohon maaf apabila terdapat kesalahan penulisan jumlah mahasiswa, gue kan pelupa). “bu Lily marah!” Kata salah satu dari temanku yang masuk. Alamakjan…koq bisa ya kita pada gak masuk di saat yang bersamaan, tanpa janjian pula! Sampai sekarang misteri itu tidak terungkap ke mana aja teman-teman yang lain pada saat itu, karena gak ada yang berani mengungkap misteri itu. Baru sekarang saja saya mau ngaku, karena pada waktu itu alasan apa pun tidak akan didengar oleh dosen kita, bolos ya bolos, katanya.
Padahal peristiwa bolos tadi bukan yang pertama bagi saya. Ketika kampus masih di Rawamangun kita-kita (saya, Firman yang juga M.A. alias Minang Asli, yang biasa kami panggil si Ewen, Noenk anak Depok yang jadi soulmate-nya Uda Helmy karena tinggalnya di sana juga dan beberapa orang teman yang identitasnya minta disamarkan, takut menjadi image buruk bagi anak-anaknya, kata mereka) malah sering bolos. Pada saat itu kami sering bolos satu mata kuliah dan lari nonton film di daerah pertokoan Sunan Giri Rawamangun. Di situ ada satu bioskop entah sekarang masih ada atau tidak? Nah di bioskop itulah kita-kita sering bolos atau nunggu mata kuliah mulai karena ada mata kuliah yang bolong di tengah. Tapi belum pernah ada kejadian bolos berjamaah kayak peristiwa yang baru saya sampaikan di atas. Anak-anak China 86 mang gak ada duanya, Kompak sampai hal bolos, he…he…he… (nitya)
dit, kisah yang ini gw lupa… emang pernah ya kita bolos berjamaah???? berarti gw ikutan kan???? tapi kok gw ga inget…..
Pernah sekali! Semua ikutan. Yang gak biasa bolos koq ya kebetulan hari itu ikutan bolos. Kacau dah, dunia persilatan pada saat itu.
kalian pasti nyesel deh kaloo bosol
udh rugi biaya
rugi pikiran lagi