Sabtu, 18 April 2009
Jam 08.55 WIB aku kembali menginjakkan kaki di almamater tercinta FSUI (hmm.. sekarang dah berubah nama jadi FIB-UI ya…) Kabarnya ada acara yang diselenggarakan oleh adik-adik IKADICI. Nama acaranya KBC (Kompetisi Bahasa China). Ada beberapa macam lomba yang dipertandingkan di sana antara lain :Lomba pidato, Story Telling, LCT, Karaoke, Drama. Aku datang ke acara ini lantaran ada selentingan bahwa ini adalah KBC terakhir (hiks… sedih juga dengarnya, ya ini akan berakhir seiring dengan akan berakhirnya Program Diploma 3 FIB-UI hiks…hiks.. tambah sedih). Peserta lombanya juga dari beberapa Universitas antara lain : Maranatha, Binus, Bunda Mulia, Paramadina, Darma Persada, AIM, dan tentunya UI sendiri (hmm…tentu aza aku ngejagoin UI dong meskipun aku juga sempat menyelesaikan S1 di Unsada).
Acaranya menarik, panitianya juga
asyik-asyik (meski sebagian besar wadyabalanya cinewine semua). Mereka pekerja keras semua. Cuma entah kenapa pada saat acara LCT (advance?) kayaknya ada kendala, lady in red (laoshi yang pake baju merah, bersuara ala makjaaan…Beijing standard banget) itu agak tergagap gak bisa lanjutin baca soal ternyata soalnya ada kesalahan yang membingungkan untuk dibaca. Terpaksalah acara terhenti cukup lama, hmm… kayaknya bikin aku malu juga terhadap anak-anak mahasiswa universitas lain dan para dosennya tentunya. Eh… ada WYX (bagaikan lagu Glory Of Love-nya Peter Cetera … Like a knight in shining armor from a long time ago, just in time I save the day take you to my castle far away…) menyelamatkan wajah adik-adik gue (hiks… terharu lagi gue, untung ada WYX). So lancarlah acara…
Acara demi acara aku ikuti dengan menjagokan UI tentunya, karena almamater tercinta ini dah menyelenggarakan Bidang Study China untuk waktu yang sangat lama. Tapi apa mau dikata, acara lomba skill berbahasa juaranya banyak direbut dari Universitas lain yang notabene usianya baru seumur jagung (hiks… lagi-lagi gue bersedih). Mungkin seandainya para dosen bisa hadir semua suasana jadi lain kali ya? Mereka bisa support para mahasiswa UI yang berlomba dengan memberi instruksi, dukungan semangat, spirit. Karena menurut aku ini bukan sekedar acara ekstra kulikulernya mahasiswa tapi juga prestise dan prestasi UI dipertaruhkan sebagai universitas yang paling lama membuka program study China. But anyway… aku tetap bangga koq terhadap UI, tapi akan lebih bangga bila kemampuan hasil didiknya lebih membanggakan lagi! Aku pikir UI harus jadi barometer program study China di Indonesia so jangan mau kalah dengan yang lain, 加油!加…(什么东西都可以啦) yang penting bisa lebih maju, UI Must Be The Best… WYX ayo semangat bantu adik-adik (kualat gak ya nyuruh dosen?)
Kalau boleh aku saran untuk adik-adik di IKADICI yang saya cintai dan saya banggakan (kayak pidatonya SBY….)
1. Saran teknis kepada dosen sangat diperlukan sehingga hambatan acara seperti Sabtu lalu itu gak perlu terjadi lagi, WYX juga kayaknya gak keberatan koq dimintai saran pendapat. (Am I right sir?). So koordinasi, check and recheck itu sangat penting.
2. Dosen dikasih tahu hasil lomba sehingga bisa bahan evaluasi mengajar beliau-beliau pada kalian. Aku masih penasaran sama lady in red. Siapa sih dia? Lafalnya itu lho… 标 准 (biaozhun) banget jadi inget 黄 彬 (Huangbin) laoshiku tercinta di 福 师 大. Aku rela masuk kuliah lagi kalo ada dosen kayak beliau he..he..he..
3. Teruskan apa yang telah kalian kerjakan (menurut aku dah bagus banget) karena hal tersebut sangat berguna saat kita memasuki dunia kerja.
4. Kalo bisa tulisan Cina-nya diganti China ya…
Ya itulah sekelumit tentang pengalaman aku datang ke acara KBC, no heart feeling ya? Semua murni saya sampaikan bahwa ada rasa bangga, sedih, kecewa karena aku cuma ingin UI tetap menjadi kebanggaan kita semua. Dan aku pikir reputasi, prestise, prestasi harus diperjuangkan oleh semua belah pihak. See U all next time (kalo masih niat selenggarakan acara kayak gitu)