Feeds:
Posts
Comments

Archive for August 21st, 2008

Nyontek 2

Kalo tulisan Nyontek 1 mengenai diri saya pribadi, tapi pada artikel ini saya mau cerita tentang nyontek juga yang dilakukan pada waktu ujian akhir di tingkat akhir. Ceritanya hari itu kami semua sedah siap mengikuti ujian korespondesi (lagi-lagi kalo gak salah, soalnya gue pelupa banget). Dosennya (yang kita cintai bersama) Almarhumah Ibu Oey Soan Nio (kami sering memanggil beliau dengan Oma, karena beliau pada waktu mengajar kami usianya sudah sepuh sekali).

Seperti biasa ujian selalu tenang karena ada istilah tabu untuk nyontek bagi anak-anak sekelas. Di samping itu sang Dosen pun tidak pernah beranjak dari kursinya untuk mengawasi kami semua. Para mahasiswa dengan tenangnya mengerjakan soal ujian. Mungkin sang dosen berpikir bahwa anak-anak sudah sadar bahwa menyontek itu tidak baik. Maka beliau pun keluar ruangan. Begitu beliau keluar maka bagai tawon yang mendadak keluar dari sarangnya semua bertanya. “Gimana sih caranya nulis asrama?!” He…he…he… kosa kata asrama itu kami pelajari pada semester pertama nah sekarang semester enam dah pasti lupa la yao! Anehnya satu kelas tidak tahu cara menulis huruf tersebut. Terkecuali teman saya Mukti “Kamus” Anka Prima yang memang hobinya baca kamus. Pada waktu teman-teman baca novelnya Lupus (zaman kita karyanya Hilman mang lagi ngetop), nah Anka ini bacanya kamus aja. Sekarang di Aceh masih baca kamus gak tuh anak ya? (tolong kontakin dia dong, nomor hp-nya doi hilang seiring kujualnya hp-ku, penyakit jual barang koq masih dipelihara ya he…he…he…).

Memang sih akhirnya kita ingat setelah diberitahu ciri-ciri hurufnya. Memang ini adalah salah satu hal positif dari belajar bahasa China atau Mandarin. Meskipun kita mau nyontek tetapi kalau kita tidak pernah belajar niscaya tidak akan pernah tahu. Tetapi mau nyontek tapi dikasih tahu ujungnya aja pasti kita segera mengingatnya kembali. Sebab hurufnya benar-benar harus kita hafal, jadi kalau lupa-lupa sedikit para dosen pada umumnya masih maklum. Lha wong waktu saya sekolah di RRC aja dosennya lihat kamus koq lantaran dia jarang menulis huruf itu. Membuat kami semua tertawa, tapi memang sih ternyata orang China di sana pun belum tentu bisa baca semua huruf Hanzi. Jadi mereka pun masih butuh kamus untuk membaca koran dsb. (nitya)

Read Full Post »

Nyontek 1

Minggu-minggu awal sebagai mahasiswa merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk saya pribadi (tau dech temen-temen ngerasa sulit gak?). Karena harus menyesuaikan gaya mengajar dosen yang kadang cepat gak ketulungan. Terus antara kuping harus seirama dengan kecepatan tangan kita menulis. Dan boleh dikatakan kebiasaan waktu di SMA masih terbawa, yang cuma mengandalkan CBSA (Catat Buku Sampai Habis bukannya Cara Belajar Siswa Aktif). Nah cara belajar kayak gitu yang masih aku terapkan pada minggu-minggu awal kuliah. Termasuk belajar kalau pas ada ulangan aja.
Waktunya (pasti) lupa, mata pelajaran Tata Bahasa, Dosennya Ibu Anita Luhay Amran (nama ini dah dikoreksi oleh Simon). Pada waktu itu beliau ngasih quiz (tes dadakan). Asli! Saya malamnya gak belajar sama sekali. Beliau cuma bilang keluarkan kertas selembar, dan tulis Hanzi yang saya sebutkan. Alamakjan… mampus gue! Batin saya. Ketika quiz berjalan mulailah mulailah saya menggerakkan kepala (dongchang xiwang istilah ini dipopulerkan oleh Dosen kita Bapak Wiyanto Yong, kalau melihat mahasiswanya tengak tengok waktu ujian). Tapi sedetik kemudian saya lebih terkejut lagi karena ternyata tidak ada satu pun teman-teman saya yang tolah-toleh alias dongchang xiwang. Mati gue! Berarti Cuma gue doang di kelas yang semalam gak belajar. Akhirnya saya menyerah kepada nasib, biarlah dapat berapa nilainya (semua terserah padamu aku begini adanya, kuhormati keputusanmu… ini persis kayak lagunya Broeri Pesolima).
Selesai ujian saya tanya teman-teman.
“Bisa gak?”
Jawaban mereka mengejutkan saya, “Gak! Semalam gue gak belajar.”
“Kenapa tadi gak…”
“Nyontek! Itu masa lalu Nit! Sekarang kita dah kuliah! Malu!”
Sumpah kata-kata itu keluar dari mulut teman saya! Dan semenjak itu saya bersumpah juga pada diri sendiri untuk mengubah pola belajar, dan gak mau nyontek. Malu sama teman-teman. Kita kan mencari pengetahuan bukan mencari nilai!
Semenjak itu saya setiap sekolah apa aja gak pernah mau nyontek dan itu pula yang saya terapkan pada para siswa saya untuk jangan pernah menyontek. (nitya)

Read Full Post »

Angkatan 86

1. Sinta Nopa

2. Sinta Catlleya

3. Sinta Monika

4. Dyah Sari Suteki

5. Sutoyo Wijaya

6. Mukti Anka Prima

7. Riska Chandradewi

8. Nitya Pramudita

9. Peppy (gue lupa nama lengkapnya)

10. Heru

11. Endoyoso

12. Urip

13. Sumardi

14. Uda Helmy

15. Kak Nazly Pardamean

16. Noenk

17. Firman

18. Yanti

19. Go Djie Heng

20. Djie Lie Fung

21. Yuli

22. Mas Suryadi

23. Dizka

24. Astupi

25. Winda Kriswanti

26. Gila masih kurang separuh lagi yang gue lupa! Help me friends…

 

Read Full Post »