Feeds:
Posts
Comments

Archive for September 10th, 2008

Kuliah WYX

WYX adalah sebuah kode, kode yang hanya dikenal oleh anak-anak mahasiswa Diploma III Jurusan Bahasa China. Kode tersebut tertulis pada jadwal kuliah pada kolom pengajar. WYX adalah kode untuk dosen kita yang terhormat Bapak Wiyanto Yong. Beliau adalah salah satu dosen fave pada angkatan 84, 85, 86 angkatan lain saya gak mengikuti. Gimana gak jadi dosen fave, karena beliau itu dosen yang punya semua jawaban atas semua pertanyaan mahasiswa (kami bangga juga sempat berguru pada dosen terbaik versi majalah Ikadici terbitan edisi perdana, ada gak sih Lan majalah kayak giti?). Dan kayaknya pak Wi juga bangga lho punya mahasiswa pintar-pintar kayak kita (narsis dikit ah).

Belajar dengan pak Wi gak ada bosannya, karena kami selalu mempelajari hal-hal baru, dan kelas kami pun tidak terbatas pada ruang kelas, tapi kami sering belajar di halaman belakang kampus, bioskop, tempat wisata (seperti Kebon Binatang Ragunan), di Mega Mendung Puncak, dan tempat-tempat lain yang menurut kami menyenangkan. Di tempat-tempat tersebut kami benar-benar belajar bukan wisata atau main-main. Jadi misalnya di Ragunan kami wajib menceritakan hewan-hewan yang ada di sana (dengan menggunakan bahasa Mandarin tentunya), atau pada saat di Mega Mendung kami bercerita tentang pacar, hobby, dan hal-hal ringan lainnya dan lagi-lagi wajib menggunakan bahasa Mandarin. Sehingga keberadaan kami di tempat-tempat tersebut wajib datang karena memang benar-benar kuliah. (yah adalah unsur refreshingnya).

Ternyata hal tersebut sangat membantu kami dalam mempelajari bahasa Mandarin karena belajar kan tidak harus ada di dalam kelas. Kalau mau mempelajari tentang sayur mayur ya ada baiknya kita pergi ke pasar, atau kita pergi ke restoran ataupun kantin kampus untuk mempelajari nama-nama makanan. Banyak variasi tempat yang bisa kita gunakan untuk mendekatkan kita pada materi pelajaran yang sedang kita pelajari.

Pengalaman tadi sangat membekas di hati saya sehingga kini saya pun menganggap bahwa tempat mempelajari bahasa itu tidak harus di kelas. Terkadang saya membawa siswa saya belajar di halaman belakang sekolah, di kantin sekolah bahkan saya ajak siswa ke pasar, restoran. Dan yang membanggakan saya pernah ”membawa” siswa pergi ke China (dengan bantuan sponsor tentunya, saya cuma nebeng). Ternyata benar bahwa hal tersebut membuat para siswa lebih santai dalam mempelajari dan mereka bisa langsung praktek dan yang pasti siswa tidak boring. Thanks untuk pak Wi dari kami semua. Sekarang di Jurusan China masih ada gak ya acara kuliah model kami dulu? Gimana pak Wi? (nitya)

Advertisements

Read Full Post »